Jumat, 17 Juni 2016

hubungan interpersonal

  A.      Hubungan Intrapersonal

1.        Model pertukaran sosial
Model pertukaran sosial ini memandang hubungan interpersonal sebagai
transaksi dagang .seseorang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan
sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.
Thibault dan Kelley, dua orang pemuka dari teori ini menyimpulkan model
pertukaran sosial sebagai berikut:
“Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap
individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya
selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan
biaya.
Ganjaran yang dimaksud adalah setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh
seseorang dari suatu hubungan.
 Contoh Ganjaran dapat berupa uang, penerimaan sosial, atau dukungan terhadap
nilai yang dipegangnya.
 Sedangkan yang dimaksud dengan biaya adalah akibat yang negatif yang terjadi
dalam
suatu hubungan.
Contoh : Biaya itu dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, dan
keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menimbulkan efek efek
tidak menyenangkan.

Transasional

Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu
hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. Yang dipertukarkan
adalah pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal. Analisis transaksional
sebenarnya ber­tujuan untuk mengkaji secara mendalam proses transaksi (siapa-
­siapa yang terlibat di dalamnya dan pesan apa yang dipertukarkan).
Menurut teori analisis transaksional, ketika dua lebih orang bertemu, cepat atau
lambat; salah satu dari mereka akan menyapa atau memberikan indikasi lainnya atas
kehadiran orang lain. Hal ini disebut Stimulus Transaksional. Orang lain tersebut
kemudian akan mengatakan atau melakukan sesuatu yang berkaitan dengan
stimulus yang diterima.. Respon yang diberikan orang lain tersebut dinamai
Tanggapan Transaksional. Orang yang menyampaikan stimulus disebut “agen” dan
orang yang merespon disebut “Responden”.

2.       Pembentukan kesan dan ketertarikan intrapersonal dalam memulai hubungan
Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan.
Peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan.
·         Fase pertama fase kontak permulaan
Ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari
reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas,
sikap dan nilai pihak yang lain. bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah
dilakukan proses mengungkapkan diri. Menurut Charles R. Berger informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu:
a)      Informasi demografis
b)      Sikap danpendapat (tentang orang atau objek)
c)       Rencana yang akan dating
d)      Kepribadian
e)      Perilaku pada masa lalu
f)       Orang lain
g)      Hobi dan minat
·         Fase peneguhan
Karena hubungan interpersonal tidak bersifat statis ,selalu berubah ,perubahan
maka untuk memeihara dan memperteguh hubungan interpersonal ,maka di
perlukan adanya tindakan –tindakan tertentu untuk mengembalikannya adanya
keseimbangan.
Ada empat faktor penting dalam memelihara keseimbangan ini, yaitu
   a)       Keakraban
   b)      Control 
   c)       Respon yang tepat dan
   d)      Nada emosional yang tepat.
·         Fase kekraban
Keakraban merupakan pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang. Hubungan
interpersonal akan terperlihara apabila kedua belah pihak sepakat tentang tingkat
keakraban yang diperlukan.
·         Fase kesepakatan
Tentang siapa yang akan mengontrol siapa, dan bilamana. Jika dua orang
mempunyai pendapat yang berbeda sebelum mengambil kesimpulan, siapakah yang
harus berbicara lebih banyak, siapa yang menentukan, dan siapakah yang dominan.
Konflik terjadi umumnya bila masing-masing ingin berkuasa, atau tidak ada pihak
yang mau mengalah.

3.       Menjelaskan model peran, konflik dan Adequacy Peran, serta autentisitas dalam
hubungan peran
Model Peran menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung
sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah
yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila
setiap individu bertindak sesuai dengan peranannya.
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain
karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara
duaorang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik
interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku
organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari
beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses
pencapaian tujuan organisasi tersebut.
Adequacy Peran dan Autentisitas Dalam Hubungan Peran. Kecukupan
perilaku yang diharapkan pada seseorang sesuai dengan posisi sosial yang diberikan
baik secara formal maupun secara informal. Peran didasarkan pada preskripsi
(ketentuan) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu-individu harus
lakukan dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan mereka
sendiri atau harapan orang lain menyangkut peran-peran tersebut.

4.       Intimasi dan Hubungan Pribadi
Sebagai konsekuensi adanya daya tarik menyebabkan interaksi sosial antar
individu menjadi spesifik atau terjalin hubungan intim. Orang-orang tertentu menjadi
istimewa buat kita, sedangkan orang lain tidak. Orang-orang tertentu menjadi sangat
dekat dengan kita, dibandingkan orang lain. Adapun bentik intim terdiri dari
persaudaraan, persahabatan, dan percintaan. Lebih jauh mengenai bentuk-bentuk
hubungan intim tersebut dapat dijelaskan pada bagian berikut :
·         Persaudaraan
Hubungan intik ini didasarkan pada hubungan darah. Hunungan intim interpersonal
dalam persaudaraan terdapat hubungan inti ssperti dalam keluarga kecil. Pada
persaudaraan itu didlamnya terkandung proximitas dan keakraban.
·         Persahabatan
Persahabatan biasanya terjadi pada dua individu yang didasarkan pada
banyak persamaan. Utamanya persamaan usia. Hubungan dalam persahabatan tidak
hanya sekedar teman, lebih dari itu diantara mereka terjalin interaksi yang sangat
tinggi sehingga mempunyai kedekatan psikologis. Indikasi atau tanda-tanda bila
dalam hubungan interpersonal terjadi persahabatan yaitu : sering bertemu, merasa
bebas membuka diri, bebasmenyatakan emosi, dan saling tergantung diantara
mereka.
·         Percintaan
Persabatan antar priab dan wanita bisa berubah mejadi cinta, jika dua individu
itu merasa sebagai pasangan yang potensial seksual. Dalam suatu persahabatan,
dapat melahirkan satu proses yang namanya jatuh cinta. Hal ini terjadi karena ada
dua perbedaan mendasar antara persahabatan dan cinta.

  B.      Cinta dan Perkawinan

Cinta adalah suatu istilah yang jarang disebut oleh lisan, tetapi hanya terlihat
melalui gejala-gejalanya tang terpendam di relung-relung jiwa orang yang
bersangkutan. Cinta adalah perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri, dan
terpautnya hati orang yang mencintai pada pihak yang dicintainya, dengan semangat
yang menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan. Cinta dalam
pengertian seperti ini merupakan perasaan mendasar dalam diri manusia, yang tidak
bisa terlepas dan merupakan sesuatu yang esensial. Dalam banyak kesempatan,
cinta muncul untuk mengontrol keinginan kearah yang lebih baik dan positif. Hal ini
dapat terjadi jika orang yang mencintai menjadikan cintanya sebagai sarana untuk
meraih hasil yang baik dan mulia guna meraih kehidupan sebagaimana kehidupan
orang-orang pilihan dan suci serta orang-orang yang bertaqwa dan selalu berbuat
baik.
Pada dasarnya manusia terpanggil untuk hidup berpasang-pasangan.
Manusia dapat menemukan makna hidupnya dalam perkawinan. Sebagian orang
menganggap bahwa perkawinan membatasi kebebasannya, tetapi bagaimanapun
sebagian besar dari kita dapat mengakui bahwa perkawinan memberikan jaminan
ketenteraman hidup.
Crooks & Baur dalam bukunya, Our Sexuality (1990), menyebutkan beberapa
alasan mengapa seseorang memilih untuk melanjutkan hidupnya dalam lembaga
perkawinan. Alasan-alasan tersebut adalah:
·         Untuk memberikan suatu bentuk perasaan yang sifatnya menetap tentang
bagaimana memiliki seseorang dan menjadi milik seseorang serta perasaan
dibutuhkan orang lain.
·         Keyakinan bahwa kedekatan dan kepercayaan dalam perkawinan dapat membawa
suatu bentuk hubungan yang lebih kaya dan mendalam sifatnya.
·         Untuk dapat melakukan dan mendapatkan hubungan seks yang sifatnya legal dan
wajar secara norma sosial.
·         Harapan bahwa mereka akan semakin memahami kebutuhan pasangannya,dan
hubungan yang tercipta semakin harmonis seiring dengan semakin dalamnya
pengetahuan akan pasangannya. Hal ini jelas tidak cukup didapatkan bila dilalui
hanya dalam konteks hubungan percintaan saja (date relationship).
·         Mendapatkan beberapa keuntungan secara keuangan dan hukum yang bisa
diperoleh dalam pernikahan.

Kunci Pernikahan yang Sehat dan Langgeng

·         Komunikasi
Yang dimaksud bukan sekadar berbicara, tapi juga mendengarkan. Bila
Anda sudah mulai malas mendengarkan pasangan berbicara, berarti Anda
telah kehilangan komunikasi.Tunjukkan sikap yang baik dalam berkomunikasi,
yaitu mendengarkan pasangan berbicara sampai selesai, sebelum Anda
mengutarakan pendapat Anda sendiri. Ingat, perkawinan adalah timbal-balik
di antara dua orang. Semua pihak ingin punya kesempatan berbicara dan hak
untuk didengar.
·         Kejujuran
Banyak pasangan mengaku, kejujuranlah yang membuat perkawinan
mereka bertahan lama. Memang, mengakui dengan jujur kesalahan dan
kekhilafan, tak jarang pahit didengarkan, tapi kejujuran akan menyelamatkan
hubungan.
·         Saling Menghargai
Hubungan perkawinan yang sukses memandang pasangannya sederajat
(equal). Jalani perkawinan dengan saling menghargai satu sama lain.
·         Saling Percaya
Jangan menghabiskan pikiran untuk terus-terusan tegang dan curiga pada
pasangan. Jika suami terlambat pulang dengan alasan lalu-lintas macet, buat
apa selalu menjadikannya
bahan kecurigaan. Janganlah kecurigaan kecil menjadi ancaman dalam perkawinan.
·         Pasangan Adalah Teman
pasangan Anda sebagai teman saat suka dan duka, sebab cinta
yang awet membutuhkan persahabatan, bukan sekadar emosi.
·         Humor
Percintaan yang diselingi humor akan menyejukkan suasana. Jangan ragu
untuk tertawa bersama pasangan, termasuk menertawakan hal-hal yang
remeh sekalipun.
  C.      Pekerjaan dan Waktu Luang

           a.       Pekerjaan
Pekerjaan dinilai sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan
manusia, baik kemajuan rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran
yang sadar sehingga bisa dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada
suatu tujuan tertentu. Dan tujuan yang dicari dalam pekerjaan yaitu menjadikan
pekerja menjadi “baik”,, baik disini maksudnya adalah menjadikan pekerja lebih
terpenuhi kebutuhan hidupnya an keluarganya, dan mereka menghindari aktifitas
mereka yang menjadikan mereka “buruk”. Dan disini atasan pun berperan penting
dalam mengubah sikap karyawan mereka agar dapat bekerja lebih keras dan
mencapai kinerja pekerjaan yang lebih tinggi. Karyawan diusahakan supaya
menyukai pekerjaan yang ia dapatkan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik.
Manajer dalam mengubah sikap karyawan juga harus memiliki kemampuan yang
tepat, misalnya diberi bonus jika bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Diberikan reward dan punishment kepada karyawan tersebut, sehingga
memunculkan sikap take and give.
Apa yang dicari dalam pekerjaan
·         Mencari uang.
Hal ini adalah hal yang paling dasar yang mendorong seseorang untuk
bekerja. Untuk mencari nafkah (uang), untuk mencukupi kebutuhannya dan
keluarga.
Hal ini juga yang biasa digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih suatu
pekerjaan. Semakin besar gaji (uang) yang ditawarkan oleh pekerjaan
tersebut, maka semakin menarik perkerjaan itu. Banyak orang yang
berpindah-pindah kerja untuk mencari gaji yang lebih tinggi.
·         Mencari pengembangan diri
Adalah tabiat manusia untuk ingin berkembang menjadi lebih baik. Orang
bekerja karena mereka ingin mencari pengembangan (potensi) diri mereka.
Mereka akan mencari pekerjaan dimana mereka dapat mengembangkan diri
mereka disana.
Pekerjaan dengan jenjang karir bagus dimana berarti ada peluang
pengembangan diri selalu menjadi incaran. Pertimbangan yang lain adalah
korelasi pekerjaan dengan bidang keilmuan dan minat mereka.
Keseusaian ini akan mempermudah dalam pekerjaannya, dan sebagai salah
satu bentuk pengembangan diri mereka.
·         Mencari teman/sarana bersosialisasi
Manusia adalah makhluk sosial yang perlu untuk bersosialisasi. Maka
manusia perlu bekerja untuk menambah teman dan relasi mereka. Sebagai
media dan tempat mereka untuk bersosialisasi.
Dalam hal ini faktor yang menjadi pertimbangan adalah lingkungan kerja dan
juga rekan kerja. Lingkungan kerja yang nyaman dan rekan kerja yang
kooperatif menjadi pertimbangan seseorang dalam memilih suatu
perkerjaan.
·         Mencari kebanggaan/kehormatan diri
Hal lain yang dicari oleh orang dengan bekerja adalah kebanggaan dan
kehormatan diri. Orang yang mencukupi kebutuhan dirinya dengan bekerja
lebih terhormat dibandingkan orang yang tergantung pada orang lain.
Pada beberapa orang, kehormatan diri juga bergantung dari jenis pekerjaan,
tempat kerja dan nama perusahaan. Ada orang yang merasa lebih terhormat
dengan bekerja sebagai pegawai kantoran. Dan ada juga orang yang bangga
dengan bekerja di perusahaan top.
·         Sebagai sarana beribadah
Hal ini saya yakini ada dan dimiliki orang, walau mungkin jarang terpikirkan
sebagai hal yang dicari dalam bekerja. Sebagai orang yang beriman memang
seharusnya setiap tindakan kita di dunia harus dimaknai sebagai ibadah.
Namun kesadaran yang berbeda-beda membuat pemaknaan yang berbeda
bagi tiap orang orang. Kerja yang terbaik, menurut saya, adalah pekerjaan
yang memberi peluang paling besar bagi kita untuk beribadah. Baik lewat
proses pekerjaan itu sendiri, lewat pergaulan di tempat kerja, atau lewat hasil
kerjanya.

           b.       Waktu Luang
Waktu luang adalah waktu sela diantara waktu yang diperuntukkan bagi
pekerjaan utama. Tidak ada yang suka bekerja sepanjang waktu. Sebagian besar dari
kita menginginkan pergi ke sendiri dan dengan keluarga kita. Istilah tradisional yang
digunakan untuk waktu tidak bekerja seperti itu liburan, secara harfiah berarti “waktu
off bekerja atau tugas.” Kebanyakan dari kita berpikir bahwa kita memiliki waktu
luang lebih baik. Namun peningkatan waktu luang sekarang menimbulkan masalah
bagi banyak orang.
Bagi sebagian orang, waktu luang adalah waktu untuk beristirahat atau waktu yang
terbebas dari kegiatan yang mangikat sehari hari seperti pekerjaan, sekolah dan
kegiatan rutin lainnya. Bagi sebagian orang waktu luang adalah saat yang bagus untuk
bertemu dan bersilaturahmi bersama keluarga atau bersosialisasi. Bagi sebagian
lainnya lagi, waktu luang sama dengan waktu kreatif.

Menggunakan waktu luang secara positif
Banyak hal yang dapat dilakukan saat waktu luang, hal yang paling umum
dilakukan seseorang saat waktu luang adalah pergi berlibur ke tempat tempat wisata
atau pergi berkumpul bersama teman ataj keluarga, tak banyak dari mereka juga
memanfaatkan waktu luang dengan cara meluapkan ide kreatif mereka ke dalam
tulisan ataupun dengan gambar dan menghasilkan karya yang positif dan juga dapat
menghasilkan pendapatan.
Kebanyakan orang menghabiskan begitu banyak waktu luang dan kegiatan di
tempat kerja, antara 30 dan 40 jam per minggu rata-rata. Hobby juga menjadi salah
satu cara yang positif untuk menghabiskan waktu luang seperti berolahraga, bermain
musik, dan berkumpul dengan komunitas komunitas tertentu. untuk saya sendiri biasanya saya menggunakan waktu luang dengan membantu orang tua dirumah. karena pekerjaan rumah tangga saya adalah wiraswasta jadi lebih baik membantu kedua orang tua saya.

Sumber :
Aronson ,Elliot .(2005).social psychology .upper saddle river :person prentice hall.                 
Hall, S Calvin., Lindzey , Gardner., (2009). teori - teori psikodinamika, yogyakarta:kanisius.
Alam, Andi Sjamsu, 2006, Usia Ideal untuk Kawin, Sebuah Ikhtiar Mewujudkan Keluarga Sakinah, Kencana Mas Publishing House, Jakarta
http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/11/hubinterpersonal.pdf
HR. Al-Bukhari (no. 5076) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1404) kitab an-Nikaah, Ahmad (no. 3642) lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no.7832).
http://ulfahindahkusumaningrum.blogspot.co.id/2015/05/pekerjaan-dan-
waktu-luang.html