Anggota
: Muhamad
Sidik p
Deki Ilham Ramadhan
Irfan Juniar
Nabella Pratiwi
wd
1. Komunikasi Intrapribadi atau Komunikasi
Intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang
terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi
intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan
simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima
pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang
berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi
yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses
psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat
berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa
yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk
mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh
melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang
yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek
Aktivitas
dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami
diri pribadi diantaranya adalah; berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri
dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita,
mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.
Pemahaman
diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan perubahan yang terjadi
dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan pemahaman akan siapa diri kita,
tetapi prilaku kita selama ini memainkan peranan penting bagaimana kita
membangun pemahaman diri pribadi ini.Kesadaran
pribadi (self awareness) memiliki beberapa elemen yang mengacu pada identitas
spesifik dari individu (Fisher 1987:134). Elemen dari kesadaran diri adalah
konsep diri, proses menghargai diri sendiri (self esteem), dan identitas diri
kita yang berbeda beda (multiple selves).
2. Komunikasi Interpersonal adalah
komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, yang biasanya
tidak diatur secaraformal. Dalam komunikasi interpersonal, setiap partisipan
menggunakan semua elemen dari proses komunikasi. Misalnya,
masing-masing pihak akan membicarakan latar
belakang dan pengalaman masing-masing dalam percakapan tersebut.Komunikasi
sangat penting bagi semua aspek kehidupan manusia. Dengan
komunikasi manusia dapat mengekspresikan gagasan, perasaan, harapan dan kesan kepada
sesama serta memahami gagasan, perasaan dan kesan orang lain. Komunikasi
tidak hanya mendorong perkembangan kemanusiaan yang utuh, namun juga
menciptakan hubungan sosial yang sangat diperlukan dalam kelompok
sosial apapun. Komunikasi memungkinkan terjadinya kerja sama
sosial, membuat kesepakatan-kesepakatan penting dan lain-lain. Individu
yang terlibat dalam komunikasi memiliki latar belakang social, budaya dan pengalaman psikologis yang
berbeda-beda. Perbedaan ini dapat mempengaruhi efektifitas sebuah
komunikasi. Sangat penting bagi setiap individu untuk memahami
simbol-simbol yang digunakan dalam komunikasi, baik simbol verbal maupun nonverbal. Komunikasi
interpersonal adalah komunikasi yang melibatkan dua orang atau
lebih. Setiap pihak dapat menjadi pemberi dan pengirim pesan sekaligus
pada waktu yang bersamaan.
3.
Transpersonal
Psikologi Transpersonal dikembangkan
pertama kali oleh para ahli yang sebelumnya mengkaji secara mendalam bidang
humanistik seperti Abraham Maslow, C.G. Jung,Victor Frankl,
Antony Sutich, Charles Tart dan lainnya. Dengan melihat dari para tokohawalnya maka
dapat diketahui bahwa psikologi transpersonal merupakan turunanlangsung dari
psikologi humanistik. Yang membedakan antara psikologi humanistik dan psikologi
transpersonal adalah didalam psikologi transpersonal lebih menggali kemampuan
manusia dalam dunia spiritual, pengalaman puncak, dan mistisme yang dialami manusia.
Beberapa kalangan berpendapat bahwa bidang spiritualitas dan kebatinan hanya
didominasi oleh para ahli-ahli agama dan juga praktisi mistisme, namun ternyata
dalam perkembangannya, kesadaran akan hal ini dapat diaplikasikan dan dibahas
dalam ilmu pasti. Secara garis
besar seperti yang dikemukakan oleh Lajoie dan Shapiro dalam Journal of Transpersonal
Psychology didefinisikan psikologi transpersonal sebagai studi mengenai potensi
tertinggi dari manusia melalui pengenalan, pemahaman dan realisasi terhadap keesaan,
spiritualitas dan kesadaran-transendental. Psikologi transpersonal jugamelepaskan diri
dari keterikatan berbagai bentuk agama yang ada. Namun walaudemikian dalam
penelitiannya psikologi transpersonal mengkaji pengalaman spiritual yang dialami
oleh para ahli spiritual yang berasal dari berbagai macam agama sebagai subjek
penelitiannya.
Dengan menyadari
betul tentang keadaan manusia yang bukan hanya terletak pada dunia fisik
semata dan meyakini bahwa inti terpenting dari individu terletak pada duniaspiritual yang
bersifat kasat mata dan abstrak. dengan kata lain psikologi transpersonal memandang kita
sebagai makhluk spiritual yang memiliki pengalaman manusia dan bukanlah manusia
yang memiliki pengalaman spriritual. Dengan berbekal
teori dan juga penelitian yang sesuai dengan sifat keobjektifan ilmu pengetahuan,
maka dalam perkembangan pengkajian terhadap berbagai macam hal-hal mistis dan
kebatinan tidak lagi menjadi suatu hal yang tabu untuk dibahas dan bahkan dipelajari,
selama dalam penggunaannya memberikan manfaat yang baik dan berguna bagi
perkembangan kehidupan manusia. Dari hasil penelitian Telah dibuktikan bahwa Individu
cenderung untuk tidak membicarakan pengalaman puncak mereka dengan orang lain.
Alasan yang paling banyak adalah bahwa mereka merasa pengalaman itu bersifat sangat
personal, intim, dan tidak ingin mereka bagi; bahwa mereka tidak mempunyai
kata-kata yang memadai untuk menceritakannya; atau mereka ketakutan jika orang lain
akan melecehkan pengalaman itu atau menganggap mereka tidak waras atau sejenisnya. Psikologi
transpersonal mengkombinasikan ketiga mazhab psikologi yang telah ada sebelumnya
dengan cara mendialogkan semua teori dengan keadaan manusia sebagai makhluk
spiritual. Meski selalu mendapat tentangan keras dari mereka yang beraliran positivis dan
juga materialis dilain sisi psikologi transpersonal mendapatkan tempat yang baik dalam
bidang akademik dengan dimulainya berbagai macam penelitian yang bertujuan
mengkaji dimensi spiritual manusia, dengan ini maka era milennium ini yang disebut-sebut
sebagai era aquarian benar-benar telah terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar